Open House In Action

Open House yang diselenggarakan SDIT Almuzzammil 19 Februari 2011 tergolong cukup spektakuler. Hal ini dapat dilihat dari acara yang dibuat oleh komite atau PJ even tersebut. Elegansinya adalah dengan mengadakan workshop yang cukup memberi banyak masukan dan berdampak positif bagi wali murid dan masyarakat umum.

Workshop tersebut menghadirkan pembicara yang piawai memberi makalah enterpreneurship bagi anak dan pendidik yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan para wali murid dalam rangka memberi bekal kepada putra-putri mereka.

Ust. M Shadiq Lc, Ma yang sempat hadir sebagai pemakalah pertama menjabarkan pentingnya upaya sebuah sekolah mencari akreditasi religius dengan mempertahankan nilai dan pengajaran agama di sekolah. Semua keberhasilan menurutnya, tidaklah memiliki makna bila akreditasi Alloh ini tidak mendapat tempat yang baik di dalam mengemban misi pendidikan di sekolah.

Tampil sebagai pemakalah kedua adalah bapak Sudirman Bur dengan makalahnya, kiat dan strategi menjadi enterpreneur. Dalam makalah yang dipaparkan dengan lugas itu, Sudirman yang  kerap ke Skandinavia, Belgia dan negara-negara Eropa Utara itu menuturkan bahwa Universitas bisnis  adalah kehidupan itu sendiri. Dalam makalah 45 menit tersebut beliau juga memaparkan kondisi masyarakat Indonesia yang lebih condong pada pola hidup konsumerisme yang sangat kontras dengan masyarakat Jepang yang justeru lebih bermental bisnis. Beliau mengungkapkan bahwa mentalitas masyarakat Jepang dan negara-negara di Eropa lebih condong pada mentalitas produsen yang melahirkan jiwa produktif. Berbeda dengan masyarakat Indonesia yang lebih condong kepada mental konsumtif.

Sudirman Bur yang juga Kepala Sekolah SMA 70 Jakarta ini memiliki 600 karyawan yang dipekerjakan di beberapa usaha yang dijalankannya. Beliau juga memiliki usaha peternakan ayam yang kini telah berkembang pesat dan mampu menjadi ikon bisnisnya dalam upaya menangkis krisis.

Dalam kesempatan Workshop yang diselenggarakan oleh SDIT Almuzzammil, 19 Februari 2011 itu, beliau memaparkan dasar-dasar bisnis bagi anak-anak dan para pendidik. Dasar-dasar bisnis itu dijabarkan sebagai berikut:

1. Jujur; Sebagai pebisnis, mentalitas ini menurutnya menjadi landasan utama dalam rangka membangun bisnis. Mentalitas jujur merupakan sikap terpuji yang mampu membangun hubungan personal dan kemitraan dalam bisnis.

2. Suka menolong; Sikap ini menjadi prasyarat seorang marketer yang handal. Menurutnya, sikap culas dalam bisnis tidak akan memberi keberlangsungan bisnis itu sendiri. Beliau kemudian mencontohkan beberapa pebisnis yang dulu berjalan bersamaan dengan bisnisnya, kini tidak ada lagi alias bangkrut disebabkan sikap culas tersebut.

3. Pandai bergaul; Sikap ini menjadi salah satu landasan bagi pebisnis untuk membangun relasi dan pertemanan bisnis. Melalui kepandaian ini, seorang pebisnis mampu menciptakan komunikasi bisnis yang melahirkan relasi yang lebih baik.

4. Percaya diri; Seorang pebisnis mesti memiliki sikap percaya diri, self confidence yang mumpuni. Untuk memiliki rasa percaya diri ini, seorang pebisnis semestinya memiliki nilai plus terhadap kemampuan di bidang bisnis itu sendiri. Percaya diri sangat simetris dengan kapabilitas personal. Oleh karena itu, beliau menekankan pentingnya memiliki skill.

5. Daya tahan; Pelaku bisnis tidak boleh mudah menyerah. Munculnya kesulitan dan tantangan bahkan kegagalan itu merupakan pengebalan (suistainable) yang akan menambah daya tahan bisnis yang dijalani. Kegagalan menurutnya adalah guru yang paling baik.

Pada sesi kedua, Jerry D. Gray, Penulis berkebangsaan Jerman yang kini telah menjadi warga negara Indonesia itu memaparkan pentingnya memiliki mimpi. Seperti yang diungkapkan oleh Walt Disney,  “If You Can Dream it You can Do it”. Dari sinilah kemudian Jerry menekankan pentingnya bermimpi bagi pebisnis dalam rangka membangun apa yang dimimpikannya itu.

Jerry juga menekankan pentingnya disiplin dalam menjalankan bisnis. Tanpa kedisiplinan tinggi pengusaha akan gagal di tengah jalan. Disiplin terhadap Alloh menjadi penting bagi pebisnis menjalankan roda bisnisnya. Beliau mencontohkan salah satu sikap disiplin dalam melaksanakan zakat bagi pebisnis. Menurutnya, bila disiplin zakat dijalankan oleh para pelaku bisnis, maka tidak akan ada orang miskin di Indonesia ini. Jangan sekali-kali melakukan tindakan korup dalam usaha atau berbisnis, lanjut Jerry yang pernah menjadi pilot pesawat US Air Bus itu.

Selain disiplin, Jerry juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas (quality control). Seorang pebisnis hendaknya menjaga nilai dan kualitas produk yang dijualnya. Dalam hal ini, Jerry menganjurkan agar masyarakat Indonesia mencintai produk dalam negeri Indonesia sehingga memiliki kualitas yang baik. Cintailah produk Indonesia, katanya.

Pemakalah ketiga dalam Workshop 19 Februari itu disampaikan oleh Bapak Drs.Yunanto, MSi, CEO Lembaga Pendidikan Bahasa Inggris New Concept. Beliau memaparkan pentingnya seorang pebisnis memahami ayat-ayat Al-Qur’an yang memberi motivasi bisnis. Salah satunya adalah,  “Man Jaahada Fiina, Lanahdianaa Subulana.”

Ayat ini menjadi ayat yang selalu beliau ingat dalam langkah bisnis yang ditekuninya. Betapapun besar rintangan dan kendala bisnis yang muncul di perjalanan, bila kita bersungguh-sungguh dan tawakal kepada-Nya, insya Alloh akan ditemukan jalan keluar, lanjutnya.

Dalam makalahnya, beliau bercerita mengenai perjalanan bisnis pendidikan yang ditekuninya di New Concept sejak 1983. Ada pasang surut dan rintangan mengiringi bisnis pendidikan yang beliau jalani kurang lebih 28 tahun itu. Berkat kesungguhannya, New Concept tetap hadir memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Indonesia hingga kini.  Semua yang dicapainya sekarang tidaklah didapat tanpa rintangan dan kendala, namun dengan keyakinan terhadap ayat tersebut, beliau tetap eksis dan mampu bertahan dengan keberhasilan seperti sekarang. Bahkan, tantangan dan perjuangan bapak muda yang memiliki dua putri,  Dania dan Nahda ini berani membandingkan bahwa kisah Sang Pemimpi, novel yang ditulis Andrea Hirata masih belum apa-apa dibanding dengan kisah perjalanan hidup dan bisnis yang digeluti di New Concept. Hal lain yang juga perlu dimiliki oleh pelaku bisnis menurutnya, adalah membangun silaturrahim, semangat inovasi dan kreatif.

Workshop yang dipandu oleh Bapak Hendro, moderator dan Saefuddin, Spd-salah seorang guru SDIT itu berakhir setelah berjalan dua jam lebih.  Namun demikian, peserta merasa puas. Semoga Workshop kali ini dapat meningkatkan semangat baru bagi masyarakat  untuk menjadi enterpreneur yang  hingga kini di Indonesia hanya berjumlah 0,18% //fbh.

4 thoughts on “Open House In Action

    • Yang paling penting perencanaan dan SOP. Sentuhan hanya bagian kecil dari perencanaan. Sentuhan menjadi tugas PJ ansich seksi acara dalam sebuah event. Untuk acara OH ini sentuhan tambahannya adalah pentas seni yang ditampilkan dari sekolah-sekolah SD lain. Yang tidak kalah pentingnya adalah mengatur breaking down acara sehingga tidak crash satu sama lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s