Supervisi Akademik

PENDAHULUAN

(1)     Supervisi Akademik merupakan pelaksanaan fungsi Kepala Sekolah sebagai supervisor

(2)     Supervisi Akademik dilaksanakan dalam rangka peningkatan kemampuan professional guru    dan optimalisasi pencapaian tujuan pembelajaran.

(3)     Supervisi akademik bersifat pembinaan dan diarahkan pada perbaikan kualitas pembelajaran di kelas.

(4)     Supervisi akademik dapat pula dilakukan oleh Pengawas dengan tujuan perbaikan kualitas guru dan siswa

TUJUAN

(1)     Supervisi Akademik dilaksanakan untuk tujuan meningkatkan kualitas proses pembelajaran dalam rangka peningkatan kualitas hasil belajar siswa

(2)    Sharing bagi guru mata pelajaran sejenis dan guru mata pelajaran lain khususnya dalam metodologi pembelajaran yang dilakukan.

 

 

WAKTU PELAKSANAAN

(1)     Supervisi akademik dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam satu semester

(2)     Supervisi akademik dilaksanakan dalam pekan pertama bulan Oktober dan April tiap-tiap semester

(3)     Jadwal pelaksanaan Supervisi Akademik diatur oleh Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum.

 

PELAKSANA

(1)     Pelaksanaan supervisi akademik adalah tanggung jawab Kepala Sekolah yang dapat didelegsikan

(2)     Kepala Sekolah berwenang menetapkan guru untuk melaksanakan tugas sebagai penyelia (supervisor) dalam kegiatan Supervisi Akademik.

(3)     Seorang guru dapat mengemban tugas sebagai penyelia bilamana yang bersangkutan telah menyandang jabatan sekurang-kurangnya sebagai Guru Pembina

(4)     Penyelia dalam kegiatan Supervisi Akademik wajib melaporkan hasil supervisi kepada Kepala Sekolah malalui Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum

 

 

MATERI

(1)      Materi Suprvisi Akademik meliputi perencanaan, pengelolaan dan pengorganisasian kegiatan pembelajaran di kelas.

(2)      Aspek perencanaan kegiatan pembelajaran yang diperhatikan dalam Supervisi Akademik meliputi kemampuan guru menyusun perangkat perencanaan kegiatan belajar mengajar (Analisis, Prota, Program Semester, Program Semester dan Evaluasi)

(3)      Aspek yang diperhatikan dalam Supervisi Akademik meliputi kemampuan guru dalam memilih strategi, metode dan struktur penyajian materi pelajaran

(4)      Aspek pengorganisasian kegiatan pembelajaran yang diperhatikan dalam Supervisi Akademik meliputi kemampuan guru dalam mengelola aktivitas dan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran

 

TAHAP PELAKSANAAN

(1)     Perincian mengenai aspek yang akan diamati dalam Supervisi Akademik diinformasikan kepada guru alam forum MGMP atau MGBP.

(2)     Jadwal pelaksanaan Supervise Akademik diumumkan sekurang-kurangnya satu pekan sebelum pelaksanaan Supervisi Akademik

(3)     Penyelia melaksanakan pengamatan dalam rangka Supervisi Akademik di dalam kelas dimana guru yang disupervisi melaksanakan kegiatan pembelajaran

(4)     Penyelia wajb memberitahukan hasil pengamatan kepada guru yang disupervisi

(5)     Penyelia wajib memberikan tanggapan atas temuan-temuan yang diperoleh dalam rangka perbaikan dan peningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran

(6)  Penyelia menyampaikan laporan hasil pelaksanaan Supervisi Akademik kepada Kepala Sekolah melalui Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum

 

PENILAIAN

PENDAHULUAN

(1)     Penilaian dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar merupakan upaya pengumpulan informasi tentang kemajuan dan hasil belajar siswa selama kurun waktu tertentu

(2)     Hasil penilaian dalam kegiatan belajar mengajar merupakan umpan balik bagi perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran

(3)     Tindak lanjut dan hasil penilaian dalam kegiatan belajar mengajar berupa pengajaran perbaikan dan pengayaan serta perbaikan pengelola

 

TUJUAN

(1)     Penilaian dalam kegiatan belajar mengajar bertujuan mengetahui kemajuan belajar siswa dalam rangka perbaikan dan peningkatan proses pembelajaran

(2)     Penilaian bertujuan mengetahui sejauh mana siswa telah menguasai pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang telah ditetapkan dalam perencanaan kegiatan belajar mengajar

 

PENILAIAN PROSES BELAJAR MENGAJAR

(1)     Penilaian proses belajar dilaksanakan selama kegiatan pembelajaran berlangsung

(2)     Penilaian Pengetahuan dan Praktik dilaksanakan pada setiap akhir kegiatan pembelajaran per Kompentensi Dasar atau indikator Pencapaian tertentu

(3)     Penilaian proses belajar mengajar dilaksanakan oleh guru mata pelajaran untuk mengetahui tingkat keberhasilan pengelolaan kegiatan pembelajaran

(4)     Hasil penilaian proses belajar dicatat dalam perangkat penilai dan agenda guru

(5)     Guru wajib melaksanakan perbaikan atau peningkatan pengajarannya berdasarkan hasil penilaian proses belajar siswa

 

ULANGAN HARIAN (TAGIHAN)

(1)     Ulangan harian merupakan kegiatan penilaian yang bertujuan mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap kemampuan-kemampuan yang mengacu pada tujuan pembelajaran Kompetensi Dasar dari salah satu Standar Kompetensi yang telah dipelajari dalam kegiatan belajar mengajar

(2)     Kegiatan ulangan harian dilaksanakan sekurang-kurangnya 3 (tiga) kali dalam satu semester

UJIAN BLOCK

(1)     Ujian Block adalah ujian yang terdiri dari beberapa Kompetensi Dasar (KD) dalam satu kali ujian

(2)     Ujian Block dilaksanakan selama dua kali dalam satu semester

(3)     Ujian Block dilaksanakan dan dikoordinir oleh Wakil Kuriulum dalam bentuk jadwal

(4)     Ujian Block dilaksanakan selama satu minggu hari kerja

(5)     Selesai Ujian Block, siswa kembali belajar seperti biasa

(6)     Soal-soal Ujian Block disusun oleh guru mata pelajaran sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang dituntut dan telah dipelajari siswa dalam kegiatan belajar mengajar di kelas

(7)     Soal-soal Ujian Block diperbanyak (digandakan) oleh sekolah

(8)     Pengawas Ujian adalah guru yang mengajar pada hari tersebut sebanyak 2 (dua) orang per ruang

(9)     Ujian Block dibentuk dalam Kepanitiaan, sehingga pelaksanaannya terorganisasi

(10) Hasil Ujian Block akan disampaikan paling lambat satu hari setelah pelaksanaan ujian MP ybs

 

REMEDIAL DAN PENGAYAAN

(1)     Siswa yang belum tuntas wajib melakukan Remedial, pelaksanaannya diluar jam pelajaraan (conditional)

(2)     Remedial dilakukan hanya dua kali kesempatan (berdasarkan kesempatan Raker).

(3)     Sebelum Tes Remedial, guru wajib melakukan analisis soal, untuk mengetahui dan mendeteksi apa yang menyebabkan siswa tersebut gagal atau tidak tuntas

(4)     Siswa yang sudah tuntas, diberikan pengayaan

 

PRA UJIAN NASIONAL

(1)     Pra Ujian Nasional merupakan kegiatan penilaian yang bertujuan mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam menguasai kemampuan dan ketrampilan dasar yang mengacu pada SK dan KD per mata pelajaran yang dipelajari dalam satu atau beberapa semester

(2)     Pra Ujian Nasional dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan siswa dalam rangka pelaksanaan Ujian Nasional

(3)     Hasil Pra Ujian Nasional ditindaklanjuti melalui analisis dan hasilnya sebagai feed back bagi guru dan siswa dalam rangka perbaikan

(4)     Pra Ujian Nasional dilaksanakan oleh sekolah dengan koordinasi Dikmenti DKI Jakarta melalui Rayon masing-masing

(5)     Pra Ujian Nasional dilaksanakan 1 (satu) kali pada tiap akhir semester 2 (dua)

(6)     Kegiatan Pra Ujian Nasional di sekolah dilaksanakan oleh Panitia Pra Ujian Nasional yang dibentuk dan ditetapkan oleh kepala Sekolah

(7)     Pelaksanaan kegiatan Pra Ujian Nasional di Sekolah dikoordinir oleh wakil kepala sekolah

(8)     Susunan Panitia Pra Ujian Nasional pada tiap akhir Semester kedua adalah sebagai berikut :

a. Penanggung jawab     : Kepala Sekolah

b. Koordinator                : Wakil kepala Sekolah Urusan Kurikulum

c. Ketua                              : Seorang guru

d. Sekretaris                     : Seorang guru

e. Bendahara                 : Seorang guru

f. Anggota                     : Disesuaikan dengan kebutuhan

g. Pembantu umum        : Beberapa orang Staf Tata Usaha

(9)     Pegawas ruang pada pelaksanaan kegiatan Pra Ujian Nasional adalah Guru

(10) Setiap guru wajib melaksanakasn tugas mengawas pelaksanaan Pra Ujian Nasional sesuai hari dan pada ruang yang ditetapkan

(11) Setiap siswa kelas xII wajib mengikuti kegiatan Pra Ujian Nasional

(12) Nilai yang diperoleh siswa pada Ulangan Umum dan Pra Ujian Nasional diumumkan secara terbuka melalui sarana informasi yang tersedia

(13) Nilai Pra Ujian Nasional merupakan data dalam perhitungan nilai rapor semester kedua

(14) Pelaksanaan kegiatan Pra Ujian Nasional dibiayai oleh Komite Sekolah melalui sumbangan rutin bulanan

(15) Panitia pelaksana wajib menyusun laporan pelaksanaan kegiatan Pra Ujian Nasional sebanyak 2 (dua) rangkap masing-masing diserahkan kepada Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum selambat-lambatnya satu pekan setelah pelaksanaannya

 

UJIAN NASIONAL (UN)

(1)     Kegiatan Ujian Nasional merupakan kegiatan penilaian pada akhir pendidikan di SMA yang dilaksanakan dalam rangka penetapan kelulusan siswa dalam menempuh pendidikannya

(2)     Kegiatan Ujian Nasional dilaksanakan oleh sekolah dengan koordinasi Dikmenti dan berpedoman pada ketentuan Departemen Pendidikan Nasional

(3)     Teknis pelaksanaan kegiatan Ujian Nasional di sekolah ditetapkan berdasarkan petunjuk teknis Pelaksanaan Ujian Nasional serta ketentuan lain yang berlaku

(4)     Tujuan Ujian Nasional adalah sbb:

  • Mengukur pencapaian hasil belajar siswa
  • Mengukur mutu pendidikan di tingkat nasional, propinsi, kotamadya dan sekolah
  • Mempertanggungjawabkan penyelenggaraan pendidikan secara nasional, propinsi, kabupaten dan sekolah

(5)     Ujian Nasional berfungsi :

  • Alat pengendali mutu pendidikan secara Nasional
  • Pendorong peningkatan mutu pendidikan
  • Bahan dalam menentukan kelulusan peserta didik
  • Bahan penimbangan dalam seleksi penerimaan peserta didik baru dalam jenjang pendidikan yang lebih tinggi

KENAIKAN KELAS

(1)     Kenaikan Kelas merupakan ketetapan bahwa seorang siswa secara syah telah menyelesaikan program pendidikannya pada tingkat tertentu dan berhak mengikuti program pendidikan pada tingkat kelas selanjutnya

(2)     Seorang siswa dinyatakan naik kelas bila mana yang bersangkutan memenuhi syarat kenaikan kelas yang ditetapkan sesuai ketentuan yang berlaku dan Kriteria kenaikan kelas

(3)     Kenaikan Kelas seorang siswa ditetapkan oleh sekolah pada Rapat Pleno Dewan Guru berdasarkan tingkat keberhasilan akademinya dengan mempertimbangkan aspek pengetahuan dan pemahaman, praktik (jika ada) dan sikap. (Kriteria Kenaikan Kelas Terlampir)

 

DASAR HUKUM

(1)     Ketentuan mmengenai kenaikan kelas berpedoman kepada Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurikulum 2004 yang berlaku dan dikembangkan sesuai dengan hasil Rapat Pleno Sekolah

 

TUJUAN

Penetapan Kenaikan Kelas ditetapkan dengan maksud dan tujuan :

  1. Meningkatkan mutu lulusan
  2. Mengendalikan subjektivitas dalam penetapan kelas siswa

SASARAN

Tata cara pelaksanaan penetapan kenaikan kelas mengacu pada upaya peningkatan prestasi siswa serta mutu dan daya saing lulusan.

NILAI RAPOR

(1)     Nilai rapor mencerminkan tingkat keberhasilan siswa dalam belajarnya selama kurun waktu satu semester, baik dalam aspek akademik maupun aspek non akademik

(2)     Nilai rapor pada aspek akademik pada tiap-tiap semester untuk setiap mata pelajaran ditetapkan berdasarkan perolehan nilai siswa pada tagihan

(3)     Nilai rapor adalah hasil rata-rata dari seluruh tagihan KD selama satu semester

(4)     Nilai rapor dinyatakan dengan bilangan bulat dengan rentang nlai 0 – 100

(5)     Nilai rapor dalam aspek sikap merupakan rangkuman hasil penilaian sikap selama kurun waktu satu semester yang dinyatakan dalam bentuk predikat

(6)     Penilaian sikap nmencakup unsu kelakuan, kerajinan dan kerapian siswa dalam semester berjalan

(7)     Nilai sikap diberikan oleh setiap guru mata pelajaran, guru BK dan wali kelas

(8)     Nilai sikap dicantumkan dalam rapor secara kualitatif sesuai ketentuan pengisian buku rapor

 

MEKANISME DAN TINDAK LANJUT

(1)     Nilai rapor pada tiap-tiap semester dihitung dengan alat Bantu komputer dan dilaksanakan oleh tim kurikulum, terdiri dari Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum, Staf Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum dan Staf Tata Usaha Bagian Komputer

(2)     Hasil perhitungan nilai rapor tiap-tiap semester dibahas dalam rapat Wali Kelas.

(3)     Rapat Wali Kelas bertugas menyiapkan data dan bahan untuk dibawa kedalam rapat pleno Dewan Guru dalam rangka penetapan kenaikan kelas

(4)     Rapat Dewan Guru untuk Penetapan Kenaikan Kelas bertugas menetapkan kenaikan kelas setiap siswa yang tidak naik kelas, baik berdasarkan criteria umum, maupun criteria khusus kenaikan kelas

 

KETAMATAN SISWA

PENDAHULUAN

(1)     Ketamatan siswa merupakan ketetapan bahwa seorang siswa secara syah telah menamatkan jenjang pendidikannya dan berhak mendapatkan Surat Tanda Lulus (STL) serta berhak menggunakannya sesuai ketentuan yang berlaku

(2)     Seorang siswa dinyatakan lulus, bilamana yang bersangkutan memenuhi syarat kelulusan yang ditetapkan sesuai peraturan yang berlaku

 

 

KRITERIA PESERTA UJIAN NASIONAL

Untuk mengikuti Ujian Nasional, peserta didik harus mengikuti persyaratan sbb :

(1)     Telah duduk di kelas terakhir pada satuan pendidikan terakhir

(2)     Memiliki laporan penilaian hasil belajar secara lengkap sampai dengan semester l kelas terakhir

(3)     Berbudi pekerti sesuai dengan penilaian sekolah

(4)     Memiliki STTB

 

KRITERIA KELULUSAN

(1)     Kriteria Kelulusan ditetapkan sebagai berikut :

  • Memiliki nilai seluruh mata pelajaran yang diujikan secara nasional
  • Tidak terdapat nilai <= 4,00

 

PENDALAMAN MATERI

PENDAHULUAN

Kegiatan Pendalaman Materi (PM) dilaksanakan untuk mengoptimalkan kesiapan siswa menghadapi penilaian dalam Pekan Ujian Blok, Ujian Nasional serta SPMB dalam rangka peningkatan daya saing yang bersangkutan maupun sekolah

 

 

TUJUAN

Kegiatan Pendalaman Materi bertujuan :

  1. Meningkatkan pemahaman dan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran
  2. Meningkatkan ketrampilan penerapan konsep untuk menyelesaikan soal dan pemecahan masalah
  3. Meningkatkan kesiapan siswa dalam menghadapi Ujian Block, Ujian Nasional dan ujian Masuk SMP

SASARAN

Sasaran program Pendalaman Materi adalah :

  1. Peningkatan perolehan rata-rata nilai ulangan harian
  2. Peningkatan perolehan rata-rata nilai Ujian Block 1 dan Block 2 baik semester 1 maupun semester 2
  3. Peningkatan perolehan rata-rata nilai Ujian Nasional
  4. Peningkatan jumlah siswa yang lulus ujian masuk SMP Negeri dan Swasta melalui seleksi
  5. Peningkatan peringkat sekolah

PELAKSANAAN

1)       Kegiatan pendalaman materi dilaksanakan pada jam kegiatan pelajaran tetap sesuai dengan kegiatan belajar mengajar reguler

2)       Guru penyaji mater dalam pendalaman materi adalah guru luar yang mengajar di Bimbel terkemuka

3)       Evaluasi pelaksanaan kegiatan pendalaman materi dilaksanakan secara berkala

4)       Kegiatan pendalaman materi dibiayai oleh dana iuran Komite Sekolah yang diperuntukan bagi kegiatan tersebut

5)       Pendalaman Materi diawasi langsung oleh Kepala Sekolah

 

KEPALA SEKOLAH

KEDUDUKAN

1)       Kepala Sekolah adalah pimpinan tertinggi dalam struktur organisasi sekolah

2)       Kepala Sekolah adalah penanggung jawab setiap program/kegiatan sekolah

FUNGSI

Kepala Sekolah berfungsi sebagai penanggung jawab setiap kegiatan pendidikan di Sekolah, meliputi :

  1. Pengelolaan kegiatan pendidikan di Sekolah yaitu :
    1. I.      Penyusunan Program Kerja Sekolah
    2. II.      Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, penilaian proses dan hasil belajar serta Bimbingan dan Konseling
    3. III.      Penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS)
  2. Pembinaan kesiswaan
  3. Pelaksanaan bimbingan dan penilaian bagi guru dan tenaga kependidikan lainnya
  4. Penyelenggaraan administrasi sekolah yang meliputi administrasi ketenagaan, keuangan, kesiswaan, perlengkapan dan kurikulum
  5. Perencanaan pengembangan sekolah dan lingkungan, orang tua dan atau masyarakat

TUGAS-TUGAS

Kepala Sekolah bertugas :

  1. Membimbing dan mengembangkan staf (guru dan karyawan) dalam merencakan, melaksanakan, mengevaluasi dan mengendalikan kinerjanya
  2. Menyusun keorganisasian sekolah, menggerakkan seluruh komponen sekolah dan mengoptimalkan  pendayagunaan sumber dan sarana pendidikan di sekolah
  3. Mengelola administrsi sekolah, meliputi administrasi ketenagaan, sarana/prasaran, kesiswaan, perkantoran dan keuangan
  4. Menyusun, melaksanakan dan memanfaatkan hasil supervisi pendidikan untuk memajukan dan meningkatkan prestasi sekolah
  5. Memotivasi dan mengendalikan pelaksanaan tugas seluruh komponen sekolah berdasarkan ketentuan dan peraturan yang berlaku
  6. Mendorong gagasan dan atau usaha pembaharuan di sekolah ke arah peningkatan prestasi sekolah
  7. Mengatur lingkungan kerja, baik fisik maupun non-fisik serta menciptakan hubungan kerja yang harmonis antar komponen-komponen sekolah
  8. Memberikan penghargaan dan hukuman dalam rangka peningkatan kinerja sekolah

KEWENANGAN

Kepala Sekolah berwenang :

  1. Mengebangkan struktur dan tata kerja sekolah
  2. Menetapkan tugas tambahan bagi guru dan atau karyawan sekolah
  3. Menetapkan susunan kepanitiaan dalam setiap kegiatan sekolah
  4. Memantau pelaksanaan setiap kegiatan sekolah
  5. Memberikan penilaian terhadap kinerja guru dan karyawan
  6. Menyetujui atau tidak menyetujui usulan kegiatan sekolah
  7. Melaksanakan supervisi terhadap setiap kegiatan sekolah

LAIN-LAIN

Dalam menjalankan fungsi dan melaksanakan tugas dan kewenangan Kepala Sekolah dapata dibantu beberapa orang Wakil Kepala Sekolah, yaitu Urusan Kurikulum, Kesiswaan dan Sarana

WAKIL KEPALA SEKOLAH

KEDUDUKAN

1)       Wakila Kepala Sekolah adalah pembantu Kepala Sekolah dalam mengelola penyelenggaraan pendidikan di Sekolah

2)       Wakil Kepala Sekolah merupakan tugas tambahan guru disamping tugas pokoknya sebagai pendidik dan pengajar

3)       Wakil Kepala Sekolah mewakili kepala sekolah dalam hal-hal tertentu, baik dalam urusan kedalam maupun keluar bilamana kepala sekolah berhalangan

 

FUNGSI

WAKIL Kepala Sekolah menjalankan fungsi sebagai pengendali kelancaran pelaksanaan kegiatan pendidikan meliputi :

  1. Penyusunan rencana, pembuatan program kegiatan dan program pelaksanaannya
  2. Pengorganisasian
  3. Pengarahan
  4. Ketenagaan
  5. Pengkordinasian
  6. Pengawasan
  7. Penilaian
  8. Identifikasi dan pengumpulan
  9. Penyusunan Laporan

TUGAS UMUM

1)       Wakil Kepala Sekolah bertugas membantu Kepala Sekolah dalam hal :

  1. Pengaturan dan pengawasan penyelenggaraan program pendidikan
  2. Pengaturan penyusunan bahan pengajaran dan pengembangan kurikulum
  3. Pengawasan kewenangan mengajar guru dan pengembangan kurikulum
  4. Pengaturan, pemakaian, pemeliharaan dan perbaikan serta pengembangan sarana dan prasarana pendidikan
  5. Pembinaan dan pengembangan kegiatan kerjasama sekolah dengan lingkungan atau masyarakat dan dunia kerja

2)       Dalam menjalankan tugasnya, Wakil Kepala Sekolah dapat dibantu oleh Staf  Wakil Kepala Sekolah

PEMBAGIAN TUGAS

1)       Kepala Sekolah dapat mengangkat Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan, Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana/Prasarana dan Wakil Kepala Sekolah Urusan Hubungan Masyarakat

2)       Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum membantu Kepala Sekolah dalam mengatur :

  1. Pembagian tugas guru dan jadwal pelajaran
  2. Penyusunan program dan perangkat pengajaran
  3. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar
  4. Pelaksanaan supervisi
  5. Pelaksanaan penilaian dan tindak lanjutnya
  6. Penerapan criteria kenaikan kelas dan ketamatan
  7. Pengembangan profesi guru
  8. Pengembangan prestasi akademik siswa
  9. Pelaporan kegiatan pendidikan

3)       Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan membantu Kepala Sekolah dalam mengatur :

  1. Penyusunan program pembinaan kesiswaan
  2. Pelaksanaan kegiatan bimbingan, pengarahan dan pengendalian siswa dalam rangka penegakan disiplin dan tata tertib sekolah
  3. Pembinaan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS)
  4. Penyusunan program dan pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler
  5. Pembinaan keamanan, ketertiban, kebersihan, keindahan dan kekeluargaan dilingkungan sekolah
  6. Pelaksanaan lomba antar siswa
  7. Pelaksanaan mutasi siswa
  8. Pelaporan pelaksanaan kegiatan kesiswaan

4)       Wakil Kepala Sekolah Urusan Sarana dan Prasarana membantu Kepala Sekolah dalam mengatur :

  1. Penyusunan kebutuhan sarana dan prasarana
  2. Koordinasi pendayagunaan sarana dan prasarana
  3. Pengelolaan biaya pengadaan dan perawatan alat-alat pelajaran
  4. Penyusunan laporan kegiatan bidang sarana dan prasarana

5)       Wakil Kepala Sekolah Urusan hubungan Masyarakat membantu Kepala Sekolah dalam mengatur :

  1. Penyelenggaraan hubungan antara sekolah dan orang tua/wali siswa
  2. Penyelenggaraan hubungan antara sekolah dan komite sekolah
  3. Pengembangan hubungan antara sekolah dan sekolah lain
  4. Pengembangan hubungan antara sekolah dengan instansi pemerintah, dunia usaha dan lembaga lainnya
  5. Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pelaksanaan kegiatan hubungan masyarakat

PEMILIHAN, PENGANGKATAN DAN MASA TUGAS

(1)     Wakil Kepala Sekolah dipilih oleh guru dan karyawan sekolah dalam forum rapat pemilihan wakill kepala sekolah berdasarkan suara terbanyak melaluipresentasi program.

(2)     Penempatan tugas Wakil Kepala Sekolah sepenuhnya menjadi kewenangan Kepala Sekolah.

(3)     Masa tugas Wakil Kepala Sekolah adalah 3 (tiga) tahun terhitung mulai tanggal penetapan tugasnya.

(4)     Seorang guru dapat menduduki tugas sebagai Wakil Kepala Sekolah sebanyak-banyaknya 2 (dua) kali masa tugas.

(5)     Guru yang bertugas sebagai Wakil Kepala Sekolah wajib mengajar sesuai bidangnya sebanyak 12 (dua belas) jam pelajaran seminggu.

(6)     Guru yang bertugas sebagai Wakil Kepala Sekolah tidak dapat bertugas sebagai wali kelas

(7)     Guru yang bertugas sebagai Wakil Kepala Sekolah wajib hadir di sekolah 6 (enam) hari dalam satu minggu

(8)     Dalam menjalankan tugasnya, wakil Kepala Sekolah dapat dibantu oleh seorang atau beberapa orang staf Wakil Kepala Sekolah

 

GURU

(1)     Guru adalah tenaga pendidikan yang secara langsung berinteraksi dengan siswa dalam proses pendidikan di sekolah.

(2)     Guru berkedudukan sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah dan bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan pembelajaran.

(3)     Setiap guru berkadudukan sama dalam menjalankan fungsi, tugas dan kewajiban profesinya

 

FUNGSI

(1)     Guru menjalankan fungsi sebagai pendidik dan pengajar.

(2)     Sebagai pendidik, guru bertanggung jawab dalam pembentukan dan pengembangan kepribadian siswa

(3)     Sebagai pengajar, guru bertanggung jawab pada pengembangan kemampuan intelektual siswa

 

TUGAS POKOK

(1)     Dalam menjalankan fungsinya sebagi pendidik,  guru mengemban tugas :

  1. Membina kepribadian siswa
  2. Menegakkan disiplin siswa, baik di dalam kelas maupun di luar kelas
  3. Mengawasi pelaksanaan tata tertib sekolah oleh siswa
  4. Mengelola kegiatan pembelajaran di kelas

(2)     Dalam menjalankan fungsinya sebagai pengajar, guru mengemban tugas :

  1. Menyusun program pengajaran meliputi :

-          Analisis Materi Pelajaran (AMP)

-          Program Tahunan (Prota)

-          Program Semester (Prosem)

-          Program Satuan Pelajaran

-          Rencana Pengajaran (PR)

  1. Melaksanakan kegiatan pembelajaran, meliputi :

-          Memantau kehadiran siswa

-         Menyajikan materi pelajaran

-          Mengelola aktivitas belajar siswa

  1. Melaksanakan kegiatan penilaian, meliputi :

-          Penilaian proses belajar

-          Penilaian hasil belajar

  1. Menganalisa hasil penilaian
  2. merencanakan dan melaksanakan program tindak lanjut, meliputi :

-         Program pengajaran perbaikan

-          Program pengajaran pengayaan

 

KEWAJIBAN

(1)     Dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik, guru berkewajiban :

  1. Menjunjung tinggi kode etik guru
  2. Memberikan contoh dan teladan bagi siswa, baik dalam ucapan, tindakan maupun dalam prilaku
  3. Memberikan teguran kepada siswa yang berpakaian, bersikap dan atau berprilaku menyimpang dari norma yang berlaku atau tata tertib siswa di sekolah
  4. Memberikan nasihat kepada siswa yang membutuhkannya, baik atas permintaan maupun pertimbangan aspek pendidikan
  5. Memberikan informasi tentang temuan masalah siswa, baik dari segi akademik maupun non akademik kepada Wali Kelas, Guru Bimbingan, Guru Piket atau Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan untuk ditindak lanjuti

(2)     Dalam menjalankan tugasnya sebagai pengajar, guru berkewajiban :

  1. Menyusun perangkat program pengajaran (AMP, Prota, Prosem, PSP dan RP) dan mendokumentasikannya pada Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum
  2. Hadir tepat waktu dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai jadwal mengajar
  3. Mengelola kegiatan belajar siswa secara optimal demi tercapainya tujuan pembelajaran
  4. menyusun soal penilaian hasil belajar dalam pekan ulangan harian
  5. Melkasanakan tugas dalam kegiatan penilaian, baik dalam pekan ulangan harian maupun ulangan umum
  6. Memberikan bimbingan melalui pengarahan perbaikan bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar
  7. Memberikan tambahan materi pelajaran melalui pelajaran pengayaan bagi siswa yang memiliki tingkat penguasaan lebih dari cukup

(3)     Untuk menunjang keberhasilan pelaksanaan tugasnya, guru wajib mengembangkan wawasan pengetahuan dan meningkatkan kemampuan profesionalnya

 

TUGAS TAMBAHAN

(1)     Untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah, guru dapat memperoleh tugas tambahan sebagai Staf Wakil Kepala Sekolah, Wali Kelas,Guru Pembina, Koordinator MGMP, Guru Piket dan lain-lain sesuai struktur organisasi sekolah

(2)     Tugas tambahan sebagaimana dimaksud pada butir 91) ditetapkan oleh Kepala Sekolah

 

HAK DAN KEWENANGAN

(1)     Guru berhak :

  1. Memperoleh perlindungan hukum dalam menjalankan pekerjaan profesionalnya
  2. Memperoleh kenaikan pangkat menurut ketentuan yang berlaku
  3. memperoleh uang pengganti transport dan atau honorarium sesuai ketentuan yang berlaku
  4. Memperoleh penghargaan atas prestasi kerjanya sesuai ketentuan yang berlaku
  5. menggunakan sarana/prasarana pendidikan dalam menjalankan tugas profesionalnya
  6. Menyampaikan pendapat dalam setiap forum Rapat Dewan Guru

(2)     Guru berwenang memberikan penilaian terhadap kemajuan dan hasil belajar siswa sesuai ketentuan yang berlaku

 

LARANGAN

(1)     Guru dilarang mengeluarkan ucapan atau melakukan tindakan yang bertentangan dengan kode etik profesi guru

(2)     Guru dilarang memungut uang dari siswa

(3)     Guru dilarang memberikan pelajaran tambahan pribadi (les privat) ataupun kelompok kepada siswa dari kelas dimana yang bersangkutan mengajar

(4)     Guru dilarang merokok pada saat menjalankan tugas mengajar di kelas

(5)     Guru yang membawa telepon genggam dilarang mengaktifkan telepon genggamnya pada saat yang bersangkutan mengajar

 

TEKNIK PELAKSANAAN TUGAS DAN KEWAJIBAN

(1)     Perangkat program pembelajaran terdiri atas Analisis Materi Pelajaran, Program Tahunan, Program Semester dan Rencana Pengajaran diserahkan pada tiap Semester selambat-lambatnya dalam pekan pertama semster berjalan

(2)     Banyaknya hari wajib hadir di sekolah untuk tugas mengajar disesuaikan dengan jumlah jam mengajar dan atau tugas piket

(3)     Setiap guru dibebaskan dari tugas mengajar pada hari MGMP mata pelajaran yang menjadi tanggung jawabnya

(4)     Setiap guru wajib mengikuti kegiatan MGMP yang dilaksanakn satu kali sebulan pada tiap awal bulan sesuai hari MGMP

(5)     Keterlambatan hadir lebih dari 10 (sepuluh) menit dalam melaksanakan tugas mengajar dikompensasikan padapenerimaan transport hadir mengajar

(6)     Dala hal berhalangan dalam menjalankan tugas mengajar guru wajib memberikan tugas berupa bahan belajar siswa

(7)     Ketidak hadiran dalam menjalankan tugas mengajar tanpa memberikan tugas/bahan belajar untuk siswa dikompensasikan pada penerimaan honor mengajar

WALI KELAS

(1)     Wali Kelas berkedudukan sebagai pembantu tugas Kepala Sekolah dalam pengelolaan kelas, baik secara administrative maupun secara edukatif

(2)     Wali Kelas berperan sebagai orangtua bagi siswa yang bertanggung jawab atas pembinaan siswa pada kelas binaannya

 

FUNGSI

Wali Kelas berfungsi sebagai perantara dalam komunikasi antara Sekolah, Orangtua dan siswa berkenaan dengan kegiatan pendidikan di sekolah

TUGAS-TUGAS

(1)     Secara edukatif , Wali Kelas bertugas :

  1. membina kepribadian, sikap dan prilaku siswa dalam kelas binaannya
  2. memberi arahan dan nasihat kepada siswa dalam kelas binaannya
  3. menyampaikan program/ kegiatan sekolah kepada siswa dalam kelas binaannya
  4. menjembatani arus komunikasi siswa – guru – orangtua
  5. memantau pelaksanaan tata tertib sekolah oleh siswa dalam kelas binaannya
  6. menangani siswa bermasalah dari kelas binaannya, baik dalam hal akademik maupun dalam hal pelaksanaan tata tertib sekolah
  7. memberikan penilaian aspek non-akademis (sikap) terhadap siswa dalam kelas binaannya

(2)     Secara administrative, Wali Kelas bertugas

  1. mengelola administrasi kelas meliputi :

-          denah tempat duduk siswa

-          buku absensi siswa

-          daftar piket kelas

-          agenda kegiatan belajar (buku kelas)

  1. mencatat masalah dan penanganan masalah siswa dalam kelas binaannya
  2. membuat statistik keadaan siswa di kelas binaannya
  3. mengisi buku kumpulan nilai (LEDGER0
  4. mengisi buku laporan hasil pendidikan (RAPOR)
  5. menyampaikan buku laporan pendidikan siswa kepada orangtua

 

KEWAJIBAN

Wali Kelas berkewajiban :

  1. Membina hubungan baik dengan siswa binaannya
  2. Pembina dan mengembangkan sikap dan perilaku disiplin siswa dari kelas binaannya
  3. menangani siswa bermasalah dalam kelas binaannya
  4. Mengkoordinasikan penanganan masalah tertentu dengan Guru BP.BK, Orangtua, Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan maupun Kepala Sekolah
  5. memnatau perkembangan dan kemajuan belajar siswa binaannya

HAK-HAK

(1)     Wali Kelas berhak memperoleh informasi mengenai perkembangan siswa dari kelas binaannya, baik menyangkut kepribadian maupun prestasi akademiknya

(2)     Wali Kelas berhak memperoleh informasi mengenai perkembangan penanganan masalah siswa kelas binaannya dari pihak lain yang menanganinya

(3)     Wali Kelas berhak memberikan rekomendasi atas siswa binaannya untuk didikut sertakan dalam program tertentu

(4)     Wali Kelas berhak menilai sikap dan kepribadian siswa binaannya menurut ketentuan yang berlaku

 

LAIN-LAIN

(1)     Pelaksanaan tugas administrative Wali Kelas dibawah koordinasi Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum

(2)     Pelaksanaan tugas edukatif  Wali Kelas dibawah koordinasi Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan

 

GURU PIKET

Guru Piket merupakan jenis tugas tambahan bagi guru yang membantu tugas Kepala Sekolah dalam memantau dan atau mengatur pelaksanaan kegiatan pendidikan di sekolah dalam satu hari.

 

FUNGSI

(1)     Guru Piket berfungsi mengatur kelancaran pelaksanaan kegiatan belajar mengajar

(2)     Guru Piket berfungsi memantau pelaksanaan 7K di sekolah

TUGAS DAN KEWENANGAN

(1)     Guru Piket bertugas :

  1. Memantau dan mencata perihal kehadiran guru yang mengajar pada hari piketnya
  2. Menyampaikan tugas siswa dari guru yang berhalangan hadir ke kelas dimana guru tersebut seharusnya mengajar
  3. Menangani kelas pada jam kosong
  4. Memantau dan mencata absensi sisw
  5. Menangani temuan kasus pelanggaran tata tertib siswa yang tergolong pelanggaran ringan
  6. Menyerahkan temuan kasus pelanggaran tata tertib siswa yang tergolong pelanggaran sedang atau berat kepada Wali Kelas, Guru BP atau Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan
  7. Membunyikan bel tanda masuk dan tanda berakhirnya jam pelajaranmemantau tempat-tempat rawan pelanggaran tata tertib pada saat-saat rawan pelanggaran tata tertib siswa
  8. Memberikan informasi yang diperlukan atau menyalurkannya kepada pihak terkait

(2)     Guru Piket berwenang :

  1. menangani kasus pelanggaran tata tertib yang tergolong ringan
  2. mengijinkan atau tidak mengijinkan siswa terlambat dating untuk mengikuti pelajaran di kelas
  3. memberi atau tidak memberi ijin meninggalkan sekolah kepada siswa yang memintanya
  4. meminta tugas siswa kepada guru mata pelajaran sejenis untuk menangani jam pelajaran kosong
  5. mengijinkan atau tidak mengijinkan guru meninggalkan tugas mengajar kepada guru yang memintanya

PENANGANAN JAM PELAJARAN KOSONG

(1)     Penanganan jam pelajaran kosong adalah tanggung jawab Guru Piket

(2)     Dalam hal guru yang tidak hadir tidak memberikan tugas kepada siswa di kelas dimana yang bersangkutan seharusnya mengajar, Guru Piket dapat meminta tugas kepada guru mata pelajaran sejenis, baik secara langsung atau melalui Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum

(3)     Guru Piket memantau ketertiban siswa pada jam pelajaran kosong dalam melaksanakan tugas

(4)     Guru Bimbingan dan konseling dapat menggunakan jam pelajaran kosong untuk pembinaan siswa secara klasikal

(5)     Pimpinan Sekolah dapat menggunakan jam pelajaran kosong untuk pembinaan budi pekerti siswa.

 

GURU BIMBINGAN DAN KONSELING

KEDUDUKAN

(1)     Guru Bimbingan dan konseling merupakan perangkat sekolah yang bertugas membantu siswa agar dapat mengembangkan potensinya secara maksimal

(2)     Layanan Bimbingan dan Konseling diarahkan untuk membantu siswa agar berkembang menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, kreatif, produktif dan berprilaku jujur.

PERANAN

(1)     Peranan Guru Bimbingan dalam penanganan masalah siswa mengarah pada upaya menemukan penyebab yang melatar belakangi tindakan siswa serta memberikan bimbingan agar siswa dapat memahami diri dan lingkungannya sehingga dapat berprilaku sesuai aturan yang berlaku.

TUGAS

Guru Bimbingan dan Konseling bertugas membantu Kepala Sekolah dalam :

(1)     Menyusun program Bimbingan dan konseling

(2)     Mengkoordinasikan penanganan masalah siswa dengan Wali Kelas

(3)     Memberikan layanan bimbingan bagi siswa agar lebih berprestasi dalam kegiatan belajar

(4)     Memberikan infrmasi, saran dan pertimbangan kepada siswa tentang lanjutan pendidikan dan lapangan pekerjaan yang sesuai

(5)     menilai pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling

(6)     mengumpulkan dan menyusun data statistik hasil penilaian kegiatan bimbingan dan konseling

(7)     Menganalisis hasil evaluasi belajar

(8)     Menyusun program dan melaksanakan program tindak lanjut bimbingan dan konseling

(9)     menyelenggarakan dan atau mengikuti kegiatan Musyawarah Guru Pembimbing

(10) menyusun laporan pelaksanaan bimbingan dan konseling

 

ASPEK DAN JENIS LAYANAN

(1)     Layanan Bimbingan dan Konseling mencakup aspek pribadi, social, pembelajaran dan perkembangan karir

(2)     Jenis Bimbingan dan Konseling meliputi :

(a)     layanan orientasi

(b)     layanan informasi

(c)     layanan pembelajaran

(d)     layanan penempatan dan penyaluran

(e)     layanan konseling perorangan

(f)       layanan konseling kelompok

(g)     layanan bimbingan kelompok

2 thoughts on “Supervisi Akademik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s